Skip to main content

Bukan Siapa-siapa


BUKAN SIAPA-SIAPA

“Bukan siapa-siapa” adalah kata-kata yang setidaknya cukup untuk mewakili perasaan gw ketika bertemu seorang wanita yang setidaknya mengalihkan pandangan gw walaupun hanya sementara. Dan gw sangat ingin merasakan mungkin suatu hari nanti gw akan di butuh kan oleh orang yang gw sendiri akan membutuhkanya. Tapi setelah gw pikir-pikir gw ini siapa? Apa yang udah gw punya? Apakah cinta mau nerima gw dalam ke ada apaan gw yang seperti ini?

Jujur gw sendiri sebenernya bukan tipe orang yang mau untuk meperlihatkan kesedihan yang gw rasakan, namun disamping itu gw juga harus bisa menahan seluruh emosi yang bercampur aduk yang kadang gw sendiri gatau mana rasa kebahagiaan dan mana yang akan menenggelam kan gw...

Mungkin gw merasa apa yang telah gw punya belum cukup untuk bisa membahagiakan orang yang gw sayang dan cintai. Mungkin yang sudah tiada adalah...

“cinta akan menemani apa yang lo mulai dari nol dan mengakhirinya hingga itu menjadi sesempurna yang ia bisa...”
        
        Cinta seyogyanya tak menuntut tapi cinta seharusnya membutuhkan apa yang seharusnya cinta itu sendiri butuh. Mungkin cinta perlu sebuah pengorbanan, tapi dimana pengorbanan ini bukan apa yang kita paksakan tapi apa yang kita ikhlaskan untuk menuju kebahagiaan CINTA itu sendiri. Memang terdengar bullshit jika cinta tak menuntut apa-apa karna banyak manusia yang mempunyai keyakinan untuk mencintai tapi ia takut jika cintanya nanti tak bahagia...

Cinta bukanlah apa yang seharusnya kita takutkan untuk tidak bahagia kadang hanya karna senyummu mungkin bisa membuat harinya indah dan membuat semuanya terlihat sempurna

"Cinta... gw bukanlah siapa-siapa tapi mungkin sedikit kesetiaan dan ketulusan yang mungkin terdengar BULLSHIT ini mau mengajakmu memulainya lagi dari awal hingga menjadi sempurna seperti apa yang kita harapkan bersama."

Comments

Popular posts from this blog

Miss, Miss, Missed

Miss, Miss, Missed Otakku mengiris detak dadaku Hatiku mengikat, terancam Darahku mengalir tak bertuan Rasa ingin, tapi tak sampai Matahari berputar sangat terasa ‘Mati’pun menjadi hidup Rintik hujan ikut mersenandung Hitam pekat menjadi teman Mata dan langit bersahabat Pergelangan dan dagu tak berjarak Keramaian yang membangunkan tuli Pikirku membunuh jenaka Petikan minor Apa arti memandang? Tidur terkhianat mimpi Berbalap nafas dan angin

Puisi Ngasal : Cabe-Cabean

Cabe-Cabean Cabe-cabean… Kaulah yang membuat jalanan di kota jakarta berwarna Dengan celana gemesmu yang imut-imut menggemaskan Membuat setiap kaum adam yang melihatnya seakan terbujur kaku tak berdaya Cabe-cabean… Kau adalah suatu spesies baru yang timbul karna adanya seleksi alam yang keras di Jakarta Bedakmu yang tebal terlihat seperti bayi iblis yang baru akil balik Lipstikmu yang merah melambangkan bahwa semua yang dipaksakan tak akan berujung indah Semua itu dilakukan-nya untuk menunjang kemerdekaan spesies mereka Cabe-cabean… Kau membuat setiap insan di jalan ibu kota semakin bersimpati kepada kalian Iyaa, kalian yang rambutnya bau matahari Iyaa, kalian yang keteknya harum seperti kabel kebakar Iyaa, kalian yang memakai hotpant balapan sama sempak Itulah yang membuat kita sebagai pengguna jalan bawaannya ingin memusnahkan seluruh spesies kalian Cabe-cabean… Untuk cabe-cabean yang kami masih memaklumi keberadaan kalian Memaklumi se...

Karenaku Bukan Dermagamu

Karenaku Bukan Dermagamu Hai… kamu…, yang pernah mengisi hati ini, yang pernah tertawa bersamaku, yang pernah merasakan betapa rindunya untuk bisa bersamamu, yang membuat hariku cerah karna senyummu selalu menghiasinya, yang membuat setiap saat dan tempatku menjadi lebih nyaman karna dirimu yang ada di sampingku, yang selalu menenangkan setiap kegelisahanku, menerangkan setiap kegelapanku, pernah untuk selalu ada ketika ku membutuhkanmu untuk menemaniku menjalani hari. Kamu… yang membuatku pernah lupa bahwa, suatu hari nanti aku akan kehilanganmu. Mungkin itu ungkapan gw tentang seseorang pernah mengisi hati gw walau pada akhirnya gw tau cepat atau lambat dia akan pergi walaupun untuk alasan “mencari yang lebih baik”. Sakitnya adalah ketika kita sudah berjuang semaksimal mungkin merelakan bahkan mengorbankan sesuatu untuk mempertahankan cinta yang pernah kita anggap tidak akan membuat luka sampai pada akhirnya kita tidak sadar semua itu akan berujung sebaliknya dan ha...